Minggu, Maret 25, 2012

39 Tahun Lewat

Bulan lalu saya melewati 39 tahun usia menghirup udara di dunia. Banyak kesenangan, kesedihan yang dirasakan di sepanjang usia ini. Banyak perkara, kesulitan, juga kejatuhan di sepanjang hari-hari yang sudah terlewati. Meskipun ada juga tawa senang, tapi tangis yang tertelan kembali di kerongkongan rasanya lebih  kerap mengisi hari-hari panjang yang semakin sunyi.
Malam ini, masih seperti seribu malam yang lalu, saya masih tergolek sendiri dengan hati yang kering. Saya merasa telah gagal memaknai hidup saya sendiri, Saya merasa lelah, letih, capek melewati ribuan hari tanpa arti. saya merasa semakin tak bisa meraih kebahagiaan bahkan yang sederhana sekalipun. Saya merasa tak punya arti apa-apa, merasa tak lebih dari seonggok daging yang kebetulan bisa bernafas.
Saya merasa tak ada sedikitpun pencapaian berarti yang mampu saya raih. Lihatlah saya, saya bukan siapa-siapa, di sini saya bukan siapa-siapa. Di sini saya hanyalah sub ordinasi.  Saya tak memiliki apa-apa dan tak dimiliki siapa-siapa. Saya kosong dan hampa.
Saya ingin sekali dapat menata hidup saya kembali. Saya rindu satu fase hidup saya yang sangat singkat belasan tahun lalu, satu fase yang sangat singkat, hanya satu dua bulan tapi begitu membekas di hati saya. Satu masa dimana saya tinggal sendiri, di rumah saya sendiri meskipun rumah yang sangat sederhana. Tidur di kamar saya sendiri yang meski tidak mewah tapi cukup teratur, tidur di ranjang saya sendiri yang bersih dan rapi saat saya cukup rajin merapikannya. Rindu saat dimana saya pulang dari bekerja memasuki rumah melepas penat, menyeduh teh hangat kesukaan lalu duduk di sofa menghadap pintu yang terbuka menunggu sore jatuh digantikan senja, lalu saya beranjak mandi dan merebahkan diri menunggu mimpi tentang seseorang idaman saya yang menemani tidur malam.
Tapi saya sadar itu semua semakin mustahil  dapat saya nikmati lagi….

Jumat, Agustus 12, 2011

Soto Banjar Ayam Bapukah H.Anang Pekapuran

kulinerNusantaraIndonesia Bicara kuliner, saya boleh dibilang termasuk golongan allnivora alias pemakan segala. Asalkan gak mentah dan halal ( bukan hasil nyolong maksudnya..hehehe ) saya pasti gak nolak. Meski derajat semangat menyantabnya masih tetap ada level-level dan degree-nya, tergantung kenikmatan rasanya dan persentase kondisi laparnya, tapi Insya Allah kalo sudah ditawari, sudah terhidang dan sudah pula dipersilahkan maka pasti akan diembat habis.

Urusan kuliner ini tak jarang juga masuk dalam perkara hunting. Atau istilahnya sengaja dicari dan didatangi untuk sekedar menikmati sepiring dua piring makanannya. Kadang saat perjalanan keluar kota, atau saat kembali pulang.

Beberapa waktu belakangan saya lumayan sering pergi-pergi dan berhubung letak geografis kota kecil saya lebih dekat dengan Banjarmasin kalo mau terbang ke pulau Jawa, jadinya pulang pergi saya pasti melewati Banjarmasin. Nah, berkaitan dengan selera kuliner yang khusus tadi, di Banjarmasin ada satu tempat favorit makan yang niscaya pasti akan saya singgahi setiap kepulangan dari luar kota.

Tempat makannya sederhana saja, kelas warung tenda dengan meja kayu alakadarnya, kursi plastik tanpa sandaran berjejer di kedua sisi meja kayu panjang yang diletakkan di pinggir jalan dilindungi bentangan spanduk bertulis nama warung makannya “ Soto Banjar Ayam Bapukah H. Anang Cabang Pekapuran”. Tapi yang datang dan berniat menikmati soto khas Banjar ini samasekali tidak terhitung “sederhana” banyaknya. Terkadang malah harus menunggu dulu agar kebagian kursi.

soto banjar Soto ini memang totally khas…rasanya khas, penyajiannya juga khas. Kebanyakan soto ayam kan ayamnya disuir kecil-kecil. Nah, kalau soto ayam bapukah ini ayam kampung yg direbus seekor itu disoek-soek beberapa bagian, bagian paha atas, paha bawah, dada, kira-kira seekor dapat jadi 6 bagian kayaknya. Pembagian itu bukan dengan cara dipotong tapi “dipukah” alias disoek-soek…( bahasa Indonesianya apa ya…? )…Boleh dibilang cara yang sadis…hehehehe… Tapi justru dari situlah rasa khasnya bermula….

Soto model Soto Ayam Bapukah ini memang khasnya kuliner Banjar, tapi untuk saat ini kayaknya Soto Banjar Ayam Bapukah H.Anang Pekapuran beserta deretan cabang-cabangnya di seantero kota Banjarmasin betul-betul merajai selera penyuka soto. Spanduk “ Soto Banjar Ayam Bapukah H. Anang Cabang Pekapuran” meraja lela di seputar kota Banjarmasin. Jadi berpikir andai H.Anang ( sang pemilik ) membuat Soto Banjar Ayam Bapukahnya jadi franchise dan satu ketika nanti menemui Spanduknya membentang di suatu jalan di Jakarta, di Bandung, Semarang, Yogyakarta atau bahkan di Arab Saudi….hehehe….Tapi terus terang saya gak kenal dan bahkan gak tau apakah H.Anang itu masih hidup atau bahkan apakah sebenarnya H. Anang itu betul-betul ada…. :D

Selasa, April 05, 2011

Michael Buble - End of May

Golden haze,
Another morning feels like yesterday.
End of may..
Now you're gone and there's still bills to pay.
And you know it doesn't help to make believe, you're sitting next to me.
It doesn't help, to make believe that you are right behind me
Saying it's okay.
Longer days,
More time to sit and watch the pendulum sway.
In quiet rage I'm staring at this empty notebook page.
In times like these you feel like you are done with feeling,
You feel you want to stop the pain from healing
Because you feel like you're the only one who's ever felt this way.
Some days in a daze, there's brighter days.
Funny how the feeling never stays,
But I know I'll have to come to terms when I'm awake,
Thinking about you is the icing on the cake.
Makes me realize the fact you're gone for good for goodness sake.
Golden haze, another morning feels like yesterday.
End of may, a year is gone and I still feel this way,
When we meet again I'll ask you how you're doing
And you'll say fine and ask me how I'm doing
And then I'll lie and I'll say ordinary, It's just an ordinary day.

( Senang mendengar lagu ini, meski menyayat tapi enak didengar…)

Rabu, Maret 02, 2011

Varicella Simplex

Cacar air….hehehhehe…mengenaskan sedikit memalukan ya….Sengaja saya menulis ini, untuk menjadi ingatan bahwa di awal 2011, saya kena cacar air…dan sialnya saya diserang gelembung-gelembung di sekujur tubuh ini pada perjalanan saya ke luar kota. Lumayan merepotkan dan menyiksa jadinya. Perjalanan yang seharusnya menyenangkan menjadi melelahkan dan tak ternikmati kegembiraannya.

Tapi meski begitu…tak apalah…hitung-hitung menggenapi pengalaman hidup…..jarang-jarang loh orang kena cacar berkali-kali….kan extraordinary tuh…………     ( hihihiihi….segitunya…)

20110124_005 Ohya, ini nih tampang menyedihkan saya pas sebaran cacarnya nyaris merata…. :(

Jumat, Februari 25, 2011

Here, at 2011

Tak terasa saya sudah berada di sini di 2011.  Sejak terakhir menengok bilik ini nyaris setahun lalu, saya telah melewati banyak kejadian dan peristiwa, perkara dan masalah, sukacita dan kebahagiaan, juga kesedihan dan tangisan.
Tahun lalu Allah ternyata tetap mencintai saya bahkan mungkin melebihi cinta yang mampu saya tunjukkan bagi-Nya. Banyak masalah dan kesulitan dalam pekerjaan saya yang dengan KuasaNya ( saya yakin betul tak ada di dunia yang luput dari campur tanganNya ) mampu terlewati dengan baik dan menemukan jalan keluarnya. Rejeki, meskipun tentu tidak dapat dikatakan melimpah, namun sungguh saya sangat bersyukur mendapatkan bagian rejeki yang memadai ini. Sebab apalah saya dengan level dan status seperti sekarang ini, jika mengharapkan berpenghasilan menyerupai hartawan…? Untuk rejeki saya cukup sadar diri dan sangat menjaga hati untuk tidak mengharap lebih dari yang telah saya tanam.
Bahwa masih ada ceceran masalah dan konsekuensi akibat yang harus saya tanggung, itu saya sadari dan saya tak  ingin berkeluh kesah berkepanjangan karenanya. Saya sudah menyiapkan tenaga untuk mengangkat beban itu beserta saya sampai saya mampu tuntas mengurainya, sampai satu ketika tak ada lagi yang memberatkan pundak saya ( saya sangat yakin dengan keyakinan ini karena saya mengerti bahwa kekuatan persepsi optimis akan menyelesaikan 50% masalah kita, selanjutnya akan dibereskan dengan usaha keras kita ).
Tahun lalu saya  merasakan kehilangan, seorang keponakan meninggal tragis dalam kecelakaan lalu lintas. Satu kejadian yang membuat saya sadar bahwa kematian sungguh suatu misteri yang tak mudah dipahami. Seorang bisa saja setelah bercengkerama dengan kita sejurus kemudian telah terbujur kaku dan meninggalkan kita untuk selamanya. Tak ada yang dapat menduga dengan pasti apa yang akan terjadi bahkan sedetik ke muka. Kepergian mendadak Indrawan Candra menghadirkan kesadaran betapa waktu ternyata tak bisa kita permainkan.
Penghujung 2010, juga menggoyang ketenangan hidup saya. Satu kejadian telah mengubah pandangan saya tentang keluarga ( sebutan yang saya mulai tak tertarik dengannya). Saya menemui dan mengalami kenyataan buruk dan itu sangat penting untuk saya menentukan sikap selanjutnya. Saya akan selalu mengingat setiap detik yang terjadi sejak peristiwa itu dan sesudahnya…saya hanya berdoa agar saya tidak pernah lupa, agar saya selalu mengingat semuanya hingga kehidupan saya berakhir.
Al least, sekarang saya sudah ada di sini di 2011. Usia saya bertambah awal bulan ini. Meski saya bukan orang yang mengkhususkan ulang tahun, kecuali sebagai tanda usia berkurang satu tahun. Saya justru lebih mengkhususkan hari tandatangan kontrak…. :) Namun sebagai seorang yang selalu setia menghayal dan berharap, saya tak pernah berhenti menghayalkan kehidupan saya lebih baik dan semakin baik di tahun ini, di usia penghujung 30-an ini Allah tetap menunjukkan cinta-Nya yang besar bagi saya. Amin

Selasa, April 27, 2010

Back Again…

beranda rumah Lumayan lama saya tidak menengok beranda ini untuk sekedar duduk menikmati sore saat jatuh digantikan malam, apalagi untuk menata dan sedikit memberi sentuhan dan tanda bahwa masih ada pemiliknya menetap di sini. Karena kesibukan..?, sebenarnya tidak juga. Setidaknya - in fact - tidak ada kesibukan yang begitu menyita waktu. Selain hari-hari rutin yang hitam putih seperti biasa. Selebihnya just ordinary person in ordinary day.

Selasa, Januari 12, 2010

Kontemplasi

Musibah itu akan menajamkan nurani dan menguatkan hati.