Tak terasa saya sudah berada di sini di 2011. Sejak terakhir menengok bilik ini nyaris setahun lalu, saya telah melewati banyak kejadian dan peristiwa, perkara dan masalah, sukacita dan kebahagiaan, juga kesedihan dan tangisan.
Tahun lalu Allah ternyata tetap mencintai saya bahkan mungkin melebihi cinta yang mampu saya tunjukkan bagi-Nya. Banyak masalah dan kesulitan dalam pekerjaan saya yang dengan KuasaNya ( saya yakin betul tak ada di dunia yang luput dari campur tanganNya ) mampu terlewati dengan baik dan menemukan jalan keluarnya. Rejeki, meskipun tentu tidak dapat dikatakan melimpah, namun sungguh saya sangat bersyukur mendapatkan bagian rejeki yang memadai ini. Sebab apalah saya dengan level dan status seperti sekarang ini, jika mengharapkan berpenghasilan menyerupai hartawan…? Untuk rejeki saya cukup sadar diri dan sangat menjaga hati untuk tidak mengharap lebih dari yang telah saya tanam.
Bahwa masih ada ceceran masalah dan konsekuensi akibat yang harus saya tanggung, itu saya sadari dan saya tak ingin berkeluh kesah berkepanjangan karenanya. Saya sudah menyiapkan tenaga untuk mengangkat beban itu beserta saya sampai saya mampu tuntas mengurainya, sampai satu ketika tak ada lagi yang memberatkan pundak saya ( saya sangat yakin dengan keyakinan ini karena saya mengerti bahwa kekuatan persepsi optimis akan menyelesaikan 50% masalah kita, selanjutnya akan dibereskan dengan usaha keras kita ).
Tahun lalu saya merasakan kehilangan, seorang keponakan meninggal tragis dalam kecelakaan lalu lintas. Satu kejadian yang membuat saya sadar bahwa kematian sungguh suatu misteri yang tak mudah dipahami. Seorang bisa saja setelah bercengkerama dengan kita sejurus kemudian telah terbujur kaku dan meninggalkan kita untuk selamanya. Tak ada yang dapat menduga dengan pasti apa yang akan terjadi bahkan sedetik ke muka. Kepergian mendadak Indrawan Candra menghadirkan kesadaran betapa waktu ternyata tak bisa kita permainkan.
Penghujung 2010, juga menggoyang ketenangan hidup saya. Satu kejadian telah mengubah pandangan saya tentang keluarga ( sebutan yang saya mulai tak tertarik dengannya). Saya menemui dan mengalami kenyataan buruk dan itu sangat penting untuk saya menentukan sikap selanjutnya. Saya akan selalu mengingat setiap detik yang terjadi sejak peristiwa itu dan sesudahnya…saya hanya berdoa agar saya tidak pernah lupa, agar saya selalu mengingat semuanya hingga kehidupan saya berakhir.
Al least, sekarang saya sudah ada di sini di 2011. Usia saya bertambah awal bulan ini. Meski saya bukan orang yang mengkhususkan ulang tahun, kecuali sebagai tanda usia berkurang satu tahun. Saya justru lebih mengkhususkan hari tandatangan kontrak…. :) Namun sebagai seorang yang selalu setia menghayal dan berharap, saya tak pernah berhenti menghayalkan kehidupan saya lebih baik dan semakin baik di tahun ini, di usia penghujung 30-an ini Allah tetap menunjukkan cinta-Nya yang besar bagi saya. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar